Oleh: Muhammad Plato
Pangkal dalam membangun kesadaran adalah memahami berlakunya hukum sebab akibat di alam semesta. Hamparan alam semesta bergerak beraturan seirama karena ada hukum sebab akibat. Alam semesta adalah sistem kehidupan dilandasi hukum sebab akibat saling berkaitan.
Hukum sebab akibat dapat dipahami dengan melakukan pengamatan pada setiap kejadian alam. Matahari bisa terbit dari timur dan terbenam di barat dapat dipahami karena padanya berlaku hukum sebab akibat. Terjadinya siang dan malam dapat dijelaskan dengan hukum sebab akibat.
Hukum sebab akibat terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Setiap orang berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, hal ini dapat dijelaskan dengan hukum sebab akibat. Apapun yang dilakukan setiap orang selalu punya alasan sebab dan akibat.
Kesadaran manusia terjadi ketika manusia bisa memahami pola sebab akibat dalam kehidupan. Keterbatasan manusia dalam memahami pola sebab akibat karena keterbatasan ilmu. Jangkauan manusia dalam memahami pola-pola sebab akibat dibatasi oleh ruang dan waktu.
Manusia terbatas mengetahui kejadian di masa lalu dan masa depan. Manusia terbatas mengetahui batas atas dan bawah. Manusia terbatas mengetahui yang turun dan naik ke langit. Manusia terbatas mengetahui yang masuk dan keluar dari bumi.
Manusia membutuhkan alat untuk mengetahui pola sebab akibat di masa lalu dan masa sekarang. Berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan dalam rangka ingin mengetahui pola-pola sebab akibat.
"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Hadid, 57:2-4).
Dunia lahir (nyata) dan batin (ghaib) dalam keduanya berlaku hukum sebab akibat. Manusia memahami pola sebab akibat berdasarkan pengetahuan yang diterima dan tersimpan di memori otak. Pengetahuan yang masuk ke otak dan disimpan di memori akan menjadi sudut pandang manusia.
Kesadaran tertinggi manusia ketika dia mengetahui dan mengakui Tuhan seluruh makhluk adalah penyebab dan akibat dari segala sesuatu. Memahami pola-pola sebab akibat yang terjadi di alam adalah sarana manusia untuk membuktikan hukum-hukum sebab akibat yang telah ditetapkan oleh Tuhan.
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al hadiid, 57:4).
Ketika Allah mengabarkan, dimana saja manusia berada Allah bersamanya, dan Allah mengetahui setiap apa yang dikerjakan manusia, artinya dimanapun manusia berada dia tidak akan lepas dari hukum sebab akibat yang sudah Allah tetapkan.
Pertanyaannya, "jika hidup ini Allah tetapkan dalam hukum sebab akibat, maka Allah pasti ada sebabnya. Lalu dari mana sebabnya Allah?" Jawabannya adalah, "Allah adalah sebab dan Allah adalah akibat semua makhluk akan kembali kepada-Nya". Itulah kesadaran tertinggi manusia yang harus jadi pola pikir dimanapun manusia berada.***