Oleh: Muhammad Plato
Dari sudut pandang pendidikan kisah Kabil dan Habil bukan sosok fisik manusia, tapi dua potensi berpasangan yang ada dalam jiwa manusia. Perumpamaan Kabil dan Habil seperti arus dalam listrik, yaitu negatif dan positif.
Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maa'idah, 5:27).
Al Quran tidak leterlek memberikan nama Kabil dan Habil. Namun untuk memudahkan pemahaman para penafsir memberi nama dua anak Adam dengan Kabil dan Habil. Namun kalau dilihat dari kisah Al Qur'an di atas, Adam dan dua putranya dari sisi pendidikan merpakan susunan struktur jiwa manusia, yaitu Intelektual, Emosional, dan Spiritual (IES).
Tiga potensi yang ada dalam jiwa manusia ditemukan teorinya oleh tiga tokoh. Kecerdasan Intektual oleh Alfred Binet, Kecerdasan emosional oleh Daniel Goleman, kecerdasan spiritual oleh Danah Zohar dan Ian Marshal.
Di dalam Al Qur'an ada konsep keseimbangan (mizan) dan larangan melampaui batas mizan. "Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Ar Rahman, 55:7-8).
ebook logika tuhan belajar berpikir optimis
Orang-orang berdosa dikatakan di dalam Al Qur'an adalah mereka yang melampuai batas. "Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; (Thaahaa, 20:43).
Intelektual (Adam) adalah pengendali emosi (Kabil) dan (Habil) spiritual. Adam adalah akal/intelektual, emosi dan spritual adalah nafsu (jiwa). Di dalam Al Qur'an ada penjelasan bahwa jiwa terdiri dari dua. "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya," (Asy Syams, 91:8).
Intelektual sebuah kecerdasan aktif, bisa mengolah, memilah, dan mencipta informasi. Emosi dan Spiritual sifatnya dipengaruhi oleh apa yang diproses oleh kecerdasan intelektual. Emosi dan spiritual punya kekuatan besar jika aktif. Intelektual tidak bisa mengendalikan tanpa bantuan petunjuk dari Allah.
Petunjuk dari Allah adalah pengajaran. Di dalam Al Qur'an Allah mengajarkan kepada manusia kepada akal. "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al 'Alaq, 3-5).
Allah mengutus para rasul untuk menurunkan wahyu (pemberitahuan tersembunyi) sebagai petunjuk. Kumpulan pengetahuan dari wahyu kepada para nabi jadi kitab. Nabi Muhammad meninggalkan kitab suci Al Qur'an.
Manusia diciptakan dengan tiga potensi yang ada pada dirinya, yaitu intelektual, emosi, dan spiritual. Di dalam otak, kontruksi ini terbagi menjadi tiga yaitu otak depan, tengah, dan belakang. Otak depan intelektual, otak tengah emosi, dan otak belakang motorik.
Dalam dunia pendidikan dikenal tiga ranah otak yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Teori ini jika ditarik ke sumber asalnya telah dijelaskan dalam Al Qur'an. Pengajaran dasarnya adalah menanam pengetahuan ke dalam otak intelektual untuk diproses menjadi moral dan prilaku hidup manusia di dunia untuk tujuan hidup sejahtera dan berkelanjutan (akhirat).***


.jpg)