Oleh: Muhammad Plato
Perhatikan apa yang terjadi pada Amerika Serikat sebagai negara pengendali dunia. Dunia menyaksikan Amerika Serikat pendukung Genosida 70 ribu lebih warga Palestina. JIka menghilangkan satu nyawa tanpa sebab yang jelas sama dengan menghilangkan seluruh umat manusia, dan menyelamatkan satu nyawa manusia sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.
Jika satu nyawa manusia tidak berdosa diharga nyawa seluruh umat manusia, betapa besarnya murka Allah jika anak-anak, orang tua, ibu hamil, dokter, perawat, guru, dosen, telah menjadi korban genosida. Maka Allah peringatkan dalam Al Quran.
Allah memerintahkan pada umat manusia, "Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan. (Ali Imran, 3:137).
Perhatikan pemimpin Amerika Serikat yang membuatkan makar disaksikan seluruh umat manusia. Maka seluruh makhluk akan di muka bumi akan menghinakannya. "Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa." (An Naml, 27:69).
Perhatikan pemimpin Amerika Serikat yang telah melakukan dosa besar dengan mendukung genosida melalui bantuan persenjataan secara sengaja untuk membumihanuskan Palestina. Sedikit demi sedikit Allah mengurangi kekuasaannya.
Bersykurlan bangsa Amerika Serikat telah mengenal kalimat-kalimat Allah dan melakukan perubahan dalam menentukan pemimpinnya. Pemimpin-pemimpin yang secara nyata telah mendukung kerusakan dan kehancuran di muka bumi tidak akan mendapat kekuasaan di muka bumi.
Telah lahir pemimpin-pemimpin Amerika Serikat muslim sebagai tanda Amerika Serikat dari gelap menuju terang. Seorang pemimpin tidak dilahirkan untuk mengutuk dan balas dendam. Dalam hati pemimpin muslim lebih baik membalas keburukan dengan kebaikan.
Nabi Muhammad membebaskan Mekah tanpa pertumpahan darah dan membebaskan semua musuh-musunya yang selama 22 tahun memeranginya dengan curahan kasih sayang dan mengajak hidup bersama dalam kedamaian.
Ayat Al Quran bukan perkataan Nabi Muhammad. Al Quran adalah perkataan Allah dan hukum-hukumnya tidak akan pernah berubah. "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Yunus, 10:64).
Berikan kabar gembira kepada Amerika Serikat, tidak ada akibat baik dari perbuatan-perbuatan buruk yang telah dilakukan pemimpin. Akibat baik hanya diberikan kepada para pemimpin yang telah berbuat kebaikan, memelihara kehidupan umat manusia dari kebinasaan.
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaahaa, 20:132).
Semoga Allah membawa Amerika Serikat dari gelap menuju terang dengan mengenal kalimat-kalimat Allah yang sejak dulu tidak pernah mengalami perubahan. "Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Al Maa'idah, 5:16).***








.png)

